Cerpen Cinta Islami
Berikut ini merupakan kumpulan Cerpen Cinta
Islami terbaru karya para sahabat cerpenmu yang telah di terbitkan,
total di ketemukan sebanyak 99 cerita pendek untuk kategori Cerpen Cinta
Islami ini.
One Heart
Cerpen Kiriman Sweet Heart | Lolos Moderasi Pada: 22 December, 2013
“Apa?” tanyaku pada Adit, cowok
keren yang sekarang berdiri di depanku. “Iya, Lisa, maafin aku ya,” kata
Adit lesu. “Jadi, kita harus bener-bener berakhir sampai di sini,”
kataku lesu, tak percaya dengan apa yang baru saja kudengar. “M.ma a…f,”
Adit menundukkan pandangannya. “Hem,”...
Baca Lanjutan Ceritanya...
Katamu Harapanku
Cerpen Kiriman Septi Rahayu | Lolos Moderasi Pada: 13 December, 2013
“Aw!” teriak sesorang dari kejauhan.
Tanpa berpikir panjang aku pun mencari asal suara itu. Aku pun melihat
seorang pria yang meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya. “Maaf
ya, aku tidak sengaja,” ucapku penuh penyesalan. “Ya, no problem. Tak
terlalu sakit kok,”...
Baca Lanjutan Ceritanya...
Akhir Penantian
Cerpen Kiriman Fajria Usman | Lolos Moderasi Pada: 11 December, 2013
Mungkin salah jika ku berharap dia
menjadi milikku suatu saat. Dia sholeh, paham akan agama dan dia
benar-benar sangat sempurna bagi para akhwat di kampus. Ku mengenalnya
sejak SMA, dia adalah salah seorang senior yang aktif dalam bidang
dakwah dan sampai kuliah pun dia masih menjadi aktivis dakwah....
Baca Lanjutan Ceritanya...
Pangeran Berhati Putih
Cerpen Kiriman Dwi Putri Hidayatullah | Lolos Moderasi Pada: 4 December, 2013
Tetesan embun dan basuhan air wudhu’
itu terlihat dari wajah Aisyah. Dia bergegas menyapa dunia untuk
melaksanakan kewajibannya sebagai seorang mahasiswi di sebuah perguruan
tinggi agama islam di Jember, Jawa Timur. Dia merupakan wanita cantik
dengan beragam kerudung hijau khas yang selalu ia kenakan...
Baca Lanjutan Ceritanya...
Maaf Ku Terlambat
Cerpen Kiriman Gempita Fitriyani | Lolos Moderasi Pada: 4 December, 2013
Kriiing kriiing… suara jam weker pun
membangun kan ku di pagi buta nan sejuk ini, aku terbangun kulihat jam
terpusat pada angka 5 pagi. Aku langsung ke kamar mandi untuk mengambil
air wudhu lalu ku shalat di ruangan yang tak jauh dari kamar tidur ku
tadi. Saat setelah ku mengakhiri shalat shubuh...
Baca Lanjutan Ceritanya...
Selama Kita Masih Memandang Langit Yang Sama
Cerpen Kiriman Safuroh Ahmad | Lolos Moderasi Pada: 13 November, 2013
“hei” suara Nada mengagetkanku dari
lamunanku. “hayo lagi ngapain pagi-pagi udah ngelamun di jendela,
nungguin si itu yah? haha” Pertanyaannya langsung membuatku memerah
layaknya udang direbus.. yah, tapi memang benar apa yang Nada katakan.
Saat ini aku berdiri di depan jendela kelas –...
Baca Lanjutan Ceritanya...
Dilema Cinta Si Ukhtii
Cerpen Kiriman Iis Winarny | Lolos Moderasi Pada: 5 November, 2013
Hari semakin siang, panas tambah
terik, kicau burung yang riuh seakan menertawaiku yang tengah resah,
gundah gulana termangu di teras. Semilir angin sepoi-sepoi sesekali
menghantam tubuhku, tak karuan batinku semenjak kejadian itu aku seakan
tak bersemangat, makan tak nafsu, apapun yang aku jalani berantak...
Baca Lanjutan Ceritanya...
Tuhan Selamatkan Aku Dari Zina
Cerpen Kiriman Fahrial Jauvan Tajwardhani | Lolos Moderasi Pada: 29 October, 2013
Di luar sangat menakutkan. Angin
bertiup kencang. Berdiri bulu romaku melihat pepohonan terpontang
panting tumbang di dekat rumah. Kucoba mengalihkan perhatian, mengambil
headset kemudian memutar musik sekeras-kerasnya. Suara gemuruh angin
membuatku takut. Wah… wah… wah… tak bisa kubayangkan...
Baca Lanjutan Ceritanya...
Aku dan Senja Sahabatku
Cerpen Kiriman Fairuz Zakyal 'Ibad | Lolos Moderasi Pada: 26 October, 2013
Ra, hampir di setiap saat
teringatmu, hanya satu wejangan Umi yang selalu menyuruhmu bersabar di
setiap kali kau pulang dengan wajah muram penuh akan kesedihan, lantas
berucap Alhamdulillah, sebab hari pun tak akan lagi sulit dijalani,
karena sabar adalah kontrol diri dan syukur adalah jendela hati,...
Baca Lanjutan Ceritanya...
Undangan Merah Hati
Cerpen Kiriman Jingga Putih Silver | Lolos Moderasi Pada: 23 October, 2013
Jalanan di depan rumahku ramai
dilewati orang. Ada yang mau pergi bekerja, ada yang mau pergi kuliah,
ada juga yang sekedar mondar mandir. Namun fikiranku hanya dijejaki oleh
satu orang saja. Entah kenapa ia senang sekali berkeliaran disana. Aku
pun tak mengerti mengapa aku membiarkan ia berseliweran...
Baca Lanjutan Ceritanya...